TINGGINYA permintaan alat pelindung diri (APD) di seluruh Indonesia di krisis wabah virus Corona (Covid-19), membuat alat kesehatan itu sulit didapat. Padahal, alkes itu sangat vital bagi para tenaga medis yang menangani Covid-19 di Kalimantan Selatan.

APALAGI, saat ini, zona merah Covid-19 sudah bertambah di Kalsel, meski masuk dalam skala prioritas nasional dalam penanganan Covid-19. Ironisnya, masih terdapat beberapa petugas medis yang menggunakan jas hujan sebagai APD untuk menangani pasien Covid-19.

HAL itu membuat Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 5 Banjarmasin tergugah. Sekolah yang dulunya bernama STM Teluk Dalam Banjarmasin ini memberikan bantuan berupa visor atau APD penutup wajah kepada pihak RSUD Ulin Banjarmasin.

 

Kepala SMKN 5 Banjarmasin Syahrir mengungkapkan, pihaknya tergugah untuk mendonasi alat kesehatan, karena saat ini pegawai atau para dokter di RSUD Ulin hanya menggunakan masker saat bertugas.

“Sedangkan, virus Corona itu bisa tertular ke mata. Sehingga kami berpikiran untuk membuatkan visor ini,” kata Syahrir kepada awak media, usai menyerahkan bantuan yang diterima Direktur RSUD Ulin Banjarmasin, dr Hj Suciati, Banjarmasin, Senin (6/4/2020).

Tanpa melibatkan para siswa, tim produksi yang hanya melibatkan guru pengajar dari SMKN 5 mampu memproduksi 800 pcs visor dalam waktu dua minggu. “Hari ini 400 pcs dulu, minggu depan 400 pcs lagi akan kita serahkan,” beber Syahrir.

Bahan yang digunakan pun terbilang sederhana karena hanya memakai busa, plastik khusus masker dengan ketebalan 0,4 milimeter, kancing pakaian, serta tali karet. Namun, visor yang diberikan ke RSUD Ulin itu bisa dipastikan sudah sesuai standar nasional indonesia (SNI).

“Selain itu, visor itu juga dapat dicuci menggunakan cairan disinfektan dengan dicampur bahan pembersih lain yang membutuhkan waktu sekitar lima menit. Kemudian bisa dipakai kembali,” bebernya.

 

Menanggapi pemberian tersebut, Direktur RSUD Ulin Banjarmasin dr Hj Suciati menyambut dengan sangat baik. Apalagi, beber dia, dengan memiliki lebih dari 1.000 pegawai, RSUD Ulin belum memiliki APD penutup wajah seperti itu.

“Saat itu, petugas kami memang hanya menggunakan masker, dan APD seperti penutup wajah hanya memiliki beberapa,” tutur Suciati.

Ia pun berterima kasih kepada SMKN 5 Banjarmasin yang sudah memberikan bantuan yang sangat berharga itu. Suciati memastikan, bantuan tersebut sangat bermanfaat bagi petugas medis yang saat ini berada di garda terdepan menangani Covid-19

 

Sumber : http://jejakrekam.com/2020/04/06/smkn-5-banjarmasin-donasi-800-apd-penutup-wajah-untuk-rsud-ulin/